Asumsi Dasar Sigmund freud

 Struktur Kepribadian 

​Id merupakan dorongan yang tidak disadari atau motivasi dan keinginan seperti makan, minum, seksual, dan kesenangan lainnya. Orang yang terlalu di kontrol oleh id akan tampil impulsif dan memiliki keinginan untuk mementingkan dirinya sendiri

​Ego merupakan sistem kedua setelah id. Ego seperti sistem yang mengatur antara insting, kebutuhan dan tuntutan sosial. Ego tunduk terhadap kenyataan hidup, manahan hasrat id terhadap seks dan menahan rasa sosial yang dapat ditemukan. Orang dengan ego yang lemah tidak dapat menyeimbangkan kebutuhan dan kesenangan pribadi. 

​Superego merupakan sistem yang mewakili moralitas dan otoritas bahkan etika. Superego bekerja seperti suara hati yang memberitahu perbuatan salah. Seseorang yang terlalu dikontrol dengan superego akan tampil kaku, terlalu moralitas dan senang memerintah orang lain. 


Perkembangan Kepribadian

​ Tahap Oral terjadi saat pertama kali lahir hingga berumur 15 bulan. Usia ini bayi akan sangat senang memasukan sesuatu ke dalam mulut. Seperti mengemut jari hingga memasukan benda asing ke mulut. 

​Tahap Anal terjadi saat umur 12 bulan hingga 3 tahun. Di usia ini anak dapat di ajarkan dimana seharusnya membuang air besar dan kecil. 

​Tahapan Phallic terjadi saat umur 3 hingga 6 tahun. Saat anak sudah beranjak umur ini, dia dapat membedakan jenis kelamin perempuan dan laki laki dan anak akan memusuhkan yang berjenis kelamin yang sama dengannya. Contoh anak kecil berjenis kelamin perempuan merasa cemburu saat melihat mamah dan papah berdekatan, dan ia akan berkata bahwa papahnya adalah suaminya dan mamahnya tidak boleh dekat dekat. 

​Tahapan Latency terjadi dari umur 6 tahun hingga 17/18 tahun. Saat sudah mencapai umur ini seseorang akan memiliki hasrat seksual dan energi yang fokus pada keterampilan. Contohnya dia menggunakan makeup karena teman sebayanya menggunakannya. 

​Tahapan Genital terjadi saat remaja hinggal dewasa. Seseorang yang sudah mencapai umur ini akan memiliki rasa kepuasan seksual yang diluar konteks keluarga. Seperti pacaran dan menikah

Komentar